YOGYAKARTA - Komandan Korem 072/Pamungkas, Yuniar Dwi Hantono, menghadiri Puncak Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 (2026 M) yang digelar khidmat di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (10/4/2026).
Perayaan yang berlangsung penuh kekhusyukan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Weda Wakya, penampilan seni budaya seperti konser angklung dan tari tradisional, serta ditutup dengan Dharma Wacana dan doa bersama.

Dalam sambutannya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa Hari Suci Nyepi memiliki makna mendalam tentang pentingnya keheningan sebagai sarana refleksi diri.
“Keheningan bukan sekadar tanpa suara, tetapi menjadi ruang untuk menata kembali arah kehidupan, menjernihkan pikiran, serta mempererat hubungan dengan sesama, alam, dan Tuhan, ” ujar Sri Sultan.
Ia juga menyoroti bahwa di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh tekanan, keheningan menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga keseimbangan batin. Momentum Nyepi dan Dharma Santi, lanjutnya, harus dimaknai sebagai ajakan untuk mentransformasikan perenungan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Nyepi, kita diajak menguatkan nilai kebajikan, pengabdian, serta moralitas dalam kehidupan bermasyarakat, ” tambahnya.
Kehadiran Danrem 072/Pamungkas dalam perayaan tersebut menjadi simbol dukungan TNI terhadap kehidupan beragama yang harmonis dan toleran di tengah keberagaman masyarakat.
Perayaan Nyepi di Yogyakarta tidak hanya menjadi ritual keagamaan umat Hindu, tetapi juga momentum kebersamaan lintas elemen untuk memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan harmoni sosial.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya unsur Forkopimda DIY, perwakilan TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dan pemuka agama.
(PERS)

Updates.